Kimia fisika
Atom, molekul, dan sifat-sifat gas
1. Atom dan molekul
Kimia fisika didefinisikan sebagai ilmu yg mempelajari prinsip-prinsip dasar tentang sifat dan perubahan sifat.penyelidikan telah dilakukan untuk menyelidiki sifat unsur dan mengikhtisarkannya dalam hukum-hukum eksperimen (hukum boyle) dan teori yg simpel untuk membuktikan hukum tersebut(teori kinrtik gas).
Sistem yg homogen dan sistem heterogen
Suatu sistem dikatakan homogen apabila mempunyai sifat yg sama seangkan system heterogen terdiri dari bermacam macam fasa dan sifat yg berbeda antara satu boundary dengan boundary lainnya.
Zat
Suatu system yg homogeny dan mempunyai sifat kimia yg spesifik pada suatu kondisi tertentu disebut zat murni.misalnya sodium klorida, mercury dan air murni.
Zat murni tidaklah mudah berubah akibat adanya proses fisika seperti misalnya destilasi , kristalisai dan sebagainya.
Unsure dan campuran
Unsure tidak mudah berubah sifatnya akibat adanya proses kimia. Sedangkan di pihak lain, campuran merupakan adukan dari 2 atau lebih unsure yg mudah berubah siftanya.
2. Teori atom
Teori atom Dalton (1808)
a) Atom adlah bagian terkecil dari suatu unsure, yg selalu berada dalam keadaan bebas.
b) Atom dan unsurnya selalu mempunyai sifat yg identik dalam hal :massanya , volumenya, daya reaktifnya dan sebagainya.
c) Atom dari unsure lain yg berbeda selalu mempunyai sifat yg berbeda.
d) Kombinasi sifat kimia dapat terjadi, bila atom-atom saling berhubungan dan bersatu membentuk sebuah molekul.
3. Penjelasan teori atom
a) Hukum volume gabungan
Ketentuan bahwa gas mempunyai sifat selalu ingin bergabung pada temperatur dan tekanan yg tetap pada satu ruangan dalam suatu perbandingan yg mudah dan bulat. Sebagai contoh
1 volume hydrogen +1 volume chlorine = 2 volume hydrogen klorida
Jadi
-n atom hydrogen + n atom chlorine = 2 n molekul hydrogen klorida
-1 atom hydrogen + 1 atom chlorine = 2 n molekul hydrogen klorida
b) Hipotesa Avogadro
Unsur pembentuk gas selalu terdiri dari 2 atom sebagaimana yg dikemukakan sebelumnya oleh Avogadro ; bahwa semua gas pada temperatur dan tekanan yg sama selalu mempunyai jumlah molekul yg sama.
Pengukuran secara tidak langsung terdiri dari
a) Hukum faraday melalui elektrolisa
I. Massa sembarang zat apabila di elektrolisir cenderung unutk memisahkan diri
II. Massa dari zat yg berbeda terpisah bila dilalui listrik, pemisah bergantung pada konssentrasi dari larutannya.
b) Penyusun atom pada susunan berkala
4. Modifikasi teori atom
Fisika sub atom
Pada permulaan abad ini mendatangkan kergu-raguan terhadap pernyataan bahwa atom masih dapat pecah menjadi bagian yg lebih kecil lagi yg disebut partikel sub atom.intinya mempunyai muatan proton positif dan neutron yg netral. Nomor atom z dari suatu unsur menunjukkan nomor electron dan juga nomor protonnya, dan nomor massanya adalah merupakan jumlah dari isotop.
Massa atom dari suatu unsur tidak selalu tetap. Atom dari suatu unsur seharusnya sama dengan nooor proton dalam intinya. Unsur yg mempunyai nomor atom sama tetapi noomor massa berbeda disebut isotop. Sebagai contoh
Oksigen mempunyai 3 isotop yaitu:
168O(99,76%),17¬¬¬8O(0,004%) dan 18¬¬¬8O0,20%)
Atau dapat ditulis sebagai oksigen
Oksigen -17
Oksigen -18
4.3. ekuivalen massa dengan energy
Jika massa atom bergabung membentuk suatu molekul, masssa dari molekul itu jauh lebih ringan dari atom asalnya. Hal inii disebabkan oleh adanya energy (E) yg dihasilkan oleh molekul itu, sebesar:
E=mCo2
Dimana
M=massa dari molekul
Co=kecepatan
4.4. percampuran non stoichiometry
Campuran yg terdiri dari molekul yg berbeda memounyai komposisi yg tetap yg diketahui disebut campuran stoikiometri.untuk zat padat campurannya tidak terdiri dari molekul yg berbeda sehingga tidak mengikuti hukum yg ada, misalnya Fe S tidak mempunyai komposis yg sama, ini adalah contoh dari campuran non stoikiometri yg bervariasi komposisi atomnya yg berubah ubah tidak mempengaruhi terhadap sifat kimia campuran maupun fisika campurannya.
5. Batas atom dan massa molekul
Berat atom suatu unsur adalah merupakan dasar daripada penentuan skala absolut dari masssa atom relative, Ar dan massa molekul relative,Mr yg disebut jg berat atom.
5.1.standar berat atom dan berat molekul
a) Berdasarkan standar hydrogen
Berat atom dari suatu unsur adalah perbandingan antara massa satu atom unsur tersebut dengan massa atom hydrogen.
b) Standar oksigen
Oksigen merupakan standar yg lebih baik, karena unsur lebih cenderung menarik oksigen daripada hydrogen, selain itu juga mempermudah analisis. Ilmu kimia menstandarkan terhadap oksigen dengan alasan karena oksigen mempunyai massa sebesar 16.000.000 satuan.
c) Berdasarkan standar karbon
Isotop karbon -12 dengan 12.000.000 satuan dapat dijadikan dasar penghitungan berat atom
5.2 mol
Mol didefinisikan sebagai banyaknya massa suatu unsur atau molekul dalam suatu massa unsur lain atau molekul lain yg ditempatinya. Dalam system SI satuan massa adalah kilogram.
Contoh 1
Hitung jumlah mol dari
(a) 100 kg NaCl
(b) 10-2 gr H2O
(c) 106gr aluminium triklorida
Penyelesaian
(a) massa molar NaCl = 0,05844 kg mol-1
Mol NaCl=100/0,5844=1,71 x 103 mol
=1,71 kmol
(b) massa molar H2O = 0,018 kg mol-1
Mol H2O =10-2 x 10-3/0,018 = 5,56 x 10 -6
=5,56 mol
(c)aluminum triklorida mempunyai formula AlCl¬¬¬3 dalam bentuk padatan dan Al2Cl6 dalam bentuk gas atau uap.
Untuk AlCl3
Molar massanya = 0,133 kg mol-1
Jumlah mol AlCl3= 10-6 x 10-3/0,018
=7,52 x 10-9 mol = 7,52 mol
Untuk Al2Cl6
Massa molarnya = 0,266 kg mol -1
Jumlah mol Al2Cl6 = 10-6 x 10 -3 / 0,266
=3,76 x 10-9 mol
= 3, 76 n mol
Kanari Kimia dalam Tambang Batu Bara Biologis
Biosensor adalah suatu alat yang mengenali target molekul dalam sampel dan menerjemahkan konsentrasi senyawa tersebut sebagai sinyal elektrik melalui kombinasi tepat dari sistem pengenalan dan transduser. Sebagai contoh, untuk mengetahui apakah terdapat oksigen dalam suatu tambang batu bara, satu hal mudah yang dapat dilakukan adalah menggunakan burung kanari. Sambung sebuah mikrofon ke kandang kanari tersebut kemudian kandang diturunkan ke dalam tambang batu bara. Jika memang terdapat oksigen maka burung kanari akan bernyanyi. Jika dianalogikan sebagai sebuah biosensor, maka oksigen adalah analit, burung kanari adalah sensor dan mikrofon adalah sebuah transduser. Dengan kombinasi ketiganya maka sebuah biosensor yang baik dapat diciptakan.
Pengembangan biosensorlah yang dapat memberikan suatu pengembangan terhadap alat penunjang kehidupan manusia yang sifatnya krusial. Namun pengembangan ini pulalah yang menjadi masalah, karena biosensor harus bersifat sangat spesifik terhadap suatu molekul substrat yang didesain untuk dideteksi, atau dalam kata lain, tidak bereaksi dengan molekul lainnya.
Terdapat banyak sekali jurnal penelitian yang berkisar tentang biosensor, dan mulai menjadi topik hangat penelitian di tahun-tahun sekarang. Namun ilustrasi yang tepat dapat diberikan oleh Tony James dan Christopher Cooper di Universitas Birmingham. Penelitian mereka adalah tentang sensor untuk gula amina glukosamina.
Bandingkan struktur glukosamina dengan glukosa; perbedaannya hanya terletak pada gugus hidroksi (-OH) pada glukosa dan gugus amina (-NH2) dalam glukosamina. Kunci dari pengembangan biosensor untuk senyawa ini ialah gugus amino dari glukosamina dapat diprotonasi.
MINERAL OPTIK
Mickey E. Gunter
Departemen Geologi dan Teknik Geologi
University of Idaho, Moscow, Idaho
I. Cahaya
II. Mikroskop polarisasi cahaya dan sampel geologi
III. Bias indeks dan pengukurannya
GLOSARI
anisotropik mineral: mineral dengan lebih dari satu pokok bias indeks.
birefringence: Perbedaan matematis antara yang terbesar dan indeks refraksi terkecil untukanisotropik mineral.
biaksial mineral: mineral dengan tiga indeks bias utama dan dua optik sumbu. indicatrix adalah sebuah triaxial ellipsoid.
dispersi: Perubahan properti optik dengan panjang gelombang. indicatrix: Permukaan tigadimensi yang menggambarkan variasi indeks bias dengan hubungan getaran arah cahaya insiden.
isotropik mineral: mineral dengan indeks bias yang sama terlepas dari arah getaran. Indicatrix adalah sebuah bola.
optik kelas: Salah satu dari lima kelas mungkin (indicatrices berbeda) untuk yang mineral dapat dimasukkan: isotropik, uniaksial + / -, Atau biaksial + / -.
optik orientasi: Hubungan antara mineral's sumbu kristalografi dan optik indicatrix.
pleochroism: Sifat menunjukkan warna yang berbeda sebagai fungsi arah getaran
INDEKS
Untuk isotropik-n mineral, untuk mineral uniaksial - e dan w, untuk mineral biaksial - a, b, dan g.
uniaksial mineral: mineral dengan dua indeks bias pokok dan satu sumbu optik. indicatrix adalah yg tersebar luas atau oblate ellipsoid.
MINERAL OPTIK
studi tentang interaksi cahaya dengan mineral, paling sering terbatas pada cahaya tampak dan biasanya lebih lanjut terbatas pada mineral non-opak.. Aplikasi yang paling umum dari mineralogi optik adalah untuk membantu dalam identifikasi mineral, baik di bagian batuan tipis atau individu mineral butir. aplikasi lain terjadi karena optik sifat-sifat mineral yang berhubungan dengan kimia kristal mineral,misalnya, komposisi kimia mineral itu, struktur kristal, order / gangguan. Dengan demikian,hubungan ada, dan korelasi yang mungkin antara mereka dan beberapa properti optik.
I.CAHAYA
A. Teori cahaya
Cahaya dapat dianggap baik sebagai fenomena gelombang (Teori elektromagnetik) atau fenomenapartikel (teori kuantum), tergantung pada proses fisik yang diteliti. Dalam mineralogi optik kedua bentuk cahaya yang digunakan untuk sepenuhnya menjelaskan interaksi cahaya dengan mineral.Kisaran dan warna cahaya tampak yang didefinisikan dalam istilah panjang gelombang: ungu(390-446 nm), indigo (446-464 nm), biru (464-500 nm) oranye, hijau (500-578 nm), kuning (578-592nm), (592-620 nm), merah (620-770 nm). Dalam mineralogi optik arah propagasi disebut sebagaijalur sinar dan arah transfer energi sebagai arah getaran. The geometris hubungan antara jalan cahaya, arah getaran, dan mineral merupakan satu bagian utama dari optik studi tentang mineral, Hasildari teori gelombang yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana cahaya yang dibiaskan oleh mineral. Sebuah uraian dari interaksi foton dengan elektron ikatan dalam mineral dapat digunakanuntuk menjelaskan fenomena seperti indeks bias, warna, dan pleochroism, dan untuk menginterpretasikan paling spektroskopi studi.
B. POLARISASI CAHAYA
Teori elektromagnetik cahaya digunakan untuk menjelaskan polarisasi fenomena. Ada empat jeniscahaya terpolarisasi: acak, pesawat, lingkaran dan elips. pesawat terpolarisasi adalah bentuk yangpaling penting bagi Studi mineral. Namun, bentuk lingkaran dan elips menjadi penting dalam studilebih lanjut. pesawat terpolarisasi cahaya digunakan untuk studi anisotropik kristal karena getaranarah cahaya dapat dibuat sejajar dengan arah tertentu dalam kristal.
POLARISASI CAHAYA MIKROSKOP DAN SAMPEL GEOLOGI
mineral ditempatkan untuk pengamatan di pesawat terpolarisasi cahaya. Sampel mungkin diputarsehingga cahaya terpolarisasi akan bergetar sepanjang arah yang berbeda dalam kristal. Polarizerlain, di sudut kanan ke polarizer rendah, dapat dimasukkan dan ditarik dari mikroskop. Ketika atas polarizer dimasukkan, sampel mineral sedang dilihat antara menyeberang polarizer. Dengan tidakada sampel atau isotropik yang hadir, tidak cahaya akan terlihat karena polars disilangkan. Namun,jika acak mineral anisotropik berorientasi dimasukkan, kristal akan muncul dan akan hilang(gelap) setiap 90 ° rotasi panggung. Pada dasarnya, yang PLM tidak lebih dari dua lembar polarizer arah getaran yang tegak lurus dengan kemampuan ditambahkan ke memperbesar gambar. Jugaditunjukkan pada Gambar 2 adalah sebuah aksesori yang dibuat dari berbagai jenis pelat anisotropikyang dapat dimasukkan ke dalam cahaya kereta api. Pengamatan dilakukan sebelum dansesudah penyisipan pelat ini memberikan informasi berharga mengenai karakteristik optik mineral yang diteliti. Sistem lensa Sub memberikan dua tipe dasar cahaya ke sampel. Untuk pencahayaanorhtoscopic, sinar cahaya yang meninggalkan Sub sistem lensa sejajar dengan sumbu optikmikroskop. Ini adalah "Normal" melihat kondisi. Dalam pencahayaan conoscopic, sinarmeninggalkan Sub-sistem tidak lagi paralel tetapi merupakan kerucut terbalik yang titik (fokus) adalah pada sampel. Conoscopic pencahayaan digunakan untukamati angka gangguan mineral. Dari angka-angka ini kristal sistem mineral biasanya dapat didirikan, dengan demikian, angka-angka ini sangat membantu dalamidentifikasi mineral. Ada tiga jenis sampel umumnya belajar di PLM di geologi.
(1) Bubuk mineraldalam kisaran ukuran 0,07-0,15 mm untuk digunakan dalam metode perendaman.
(2) kristaltunggal mineral sekitar 0,03-3,0 mm untuk digunakan pada tahap poros.
(3) sayatan tipis bagian, dibuat dengan memotong, menggiling, dan polishing sepotong batu terpasang pada slidemikroskop untuk ketebalan 0,03 mm. Tipis bagian yang jauh yang paling umum menggunakanmineralogi optik di geologi. Mereka digunakan oleh petrologists untuk mengidentifikasimineral ini, tekstural mereka hubungan, untuk mengklasifikasikan batuan, dan untukmencari mineral untuk microprobe analisis.
INDEKS BIAS DAN USAHA PENGUKURAN
A. Indeks bias
Indeks bias (n) adalah properti fisik dari mineral matematis didefinisikan sebagai:
n = VV/VM
dimana,
n = indeks bias mineral
vv = kecepatan cahaya dalam ruang hampa
vm = kecepatan cahaya dalam mineral
Ada tiga poin penting yang diperoleh dari pemeriksaan Persamaan
(1) Indeks bias vakum adalah 1,0.
(2) Indeks bias adalah unitless nomor.
(3) Karena kecepatan cahaya tidak bisa melebihi yang di
kekosongan (3x108 m / s), indeks bias bahan lebih besar dari 1.
B. Cahaya bias
cahaya bergerak melalui kristal dengan insiden dan memancarkan sinar berikut Hukum Snell, matematis ditulis:
ni sin (q1) = sin (t) nt sin [q 2]
dimana,
ni = indeks bias media insiden
nt = indeks bias media transmisi
q1 = sudut datang
q2 = sudut transmisi atau pembiasan
Sebagian besar ilmu optik fisik dan ray tracing didasarkan pada formula. Dengan menganalisisPersamaan 2 berikut ini dicatat.
(1) Setiap sinar di kejadian normal ke bahan indeks bias yang berbeda akan ditransmisikan tanpa penyimpangan apapun
(2) Bila baik insiden dan media transmisi memiliki indeks bias yang sama, insiden dan sudut transmisi adalah sama.
(3) Untuk kasus umum, ketika sudut insiden tidak 0 ° dan indeks bias untuk dua bahan yang tidak sama,sinar dibiaskan dansudut bias dapat ditemukan dari Persamaan 2
(4) Ada beberapa sudut di ray insiden yang dibiaskan pada sudut 90 °, ini dinamakan bias total dan digunakan dalam refractometery untuk menentukan indeks bias yang tidak diketahui . Sudut di mana total refraksi terjadi disebut sudut kritis. Setiap sinar insiden, sebelum sudut kritis tercapai,tercermin serta sebagian ditransmisikan. Untuk komponen tercermin, sudut refleksi sama dengan sudut datang.Untuk kedua sinar intensitas dan sifat polarisasi juga dapat dihitung (Gunter, 1989). Hukum Snellditaati oleh semua bahan isotropik, namun tidak ditaati untuk orientasi acak material anisotropik.
C. Dispersi
Indeks bias dari suatu bahan tergantung pada panjang gelombang ringan dan dapat ditulis secara matematis:
n = f (y)
dimana,
n = indeks bias mineral
y = panjang gelombang cahaya
Perubahan indeks bias adalah dispersi. Kurva berani memiliki lereng curam dan menunjukkan sebuah dispersi yang lebih besar daripada kurva ringan. Secara umum, dispersi dari cair lebih besar daripadayang solid. Juga, secara umum, semakin tinggi indeks bias bahan semakin tinggi dispersi. Untukpengukuran optik kuantitatif perlu mencari matematika sesuai dengan data. Beberapa hubungan,baik teoritis dan empiris, telah diusulkan untuk mengkuantifikasi hubungan di Persamaan3.Persamaan Cauchy (Persamaan 4) adalah salah satu seperti persamaan.
n = C 1 + c2/y3+c3/y4
dimana,
n = indeks bias
y= panjang gelombang cahaya
Cn = nilai yang diperoleh dari regresi
Pelangi, diciptakan dari tetes hujan, atau prisma kaca akrab contoh dispersi. Indeks bias air, atau kaca,menurun dengan panjang gelombang. cahaya putih terdiri dari panjang gelombang cahaya yangberbeda, dan setiap panjang gelombang memiliki indeks bias yang berbeda. Penerapan HukumSnell (Persamaan 2) menunjukkan bahwa sudut yang berbeda bias terjadi untuk berbagai warna cahaya.Dengan demikian, karena optik dispersi dan geometris dari Hukum Snell, warna pelangi yangmudah dipahami. Lampu merah, dengan indeks bias terendah, dibiaskan paling sedikit dan terjadipada luar pelangi. cahaya Violet, dengan indeks bias tertinggi, adalah dibiaskan yang paling danterjadi pada bagian dalam pelangi.
D. Pengukuran indeks bias
Ada dua metode umum untuk mengukur indeks bias transparan senyawa:
(1) pengukuran langsung dari sudut refraksi sebagaimana ditemukan dalam Hukum Snell
(2) perbandingan yang tidak diketahui indeks bias bahan untuk yang dikenal.
Metode pertama adalah rutin digunakan untuk menentukan indeks bias cairan dan sampel padat yang lebih besar (Lebih besar dari 1 mm) dan telah dibahas di atas, dengan rincian di bawah ini, pada Surat aplikasi untuk sampel anisotropik. Sedangkan metode yang terakhir ini lebih biasanya digunakan untukmenentukan indeks bias sampel kecil (Kurang dari 1 mm). Metode perbandingan dikembangkanawal ini abad dan telah menjadi dikenal sebagai metode perendaman. Dalam hal ini metode sampel padat indeks bias diketahui ditempatkan dalam cairan indeks bias diketahui. Denganpengamatan mikroskopis, dijelaskan kemudian, cairan tersebut adalah "disesuaikan" sampaiindeks bias yang cocok dengan yang padat, sehingga menentukan indeks bias yang tidakdiketahui. Metode perendaman bekerja atas dasar pembiasan cahaya sinar sebagaimanadidefinisikan dalam UU Snell. Ketika indeks bias (nl) cair dan padat (n) adalah sama, tidak ada bias dari sinar cahaya, pada dasarnya membuat sampel tidakkelihatan (orang tak terlihat memiliki kemampuan untuk mengubah indeks bias nya dengan udara,sehingga menjadi tidak terlihat, tetapi bagaimana dia lihat?). Ketika ada perbedaan besar antara indeks bias sampel dan cair, cahaya dibiaskan saat memasukkan dan meninggalkan padat. Pembiasangelombang ini membuat sampel terlihat. Kata "bantuan" digunakan untuk semi-kuantitatifmenandakan perbedaan antara indeks bias padat dan bahwa dari cairan. Sampel pada ataudekat pertandingan yang memiliki relief rendah, sementara mereka jauh dari pertandingan memilikirelief tinggi. Ketika ns
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS HASANUDDIN
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
TUGAS GEOLOGI LINGKUNGAN
NAMA : ISWANDY UTAMA
STB : D611 09 002
MAKASSAR
2010
A. PENGERTIAN GEMPA BUMI
Getaran permukaan bumi yang merambat ke segala arah yang diakibatkan oleh tektonism atau vulkanisme . Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi) dan vulkanisme. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.Terdapat dua teori yang menyatakan proses terjadinya atau asal mula gempa yaitu pergeseran sesar dan teori kekenyalan elastis. Gerak tiba tiba sepanjang sesar merupakan penyebab yang sering terjadi.
Berdasarkan atas penyebabnya gempa Bumi dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Gempa Tektonik
Adalah Gempa yang di sebabkan oleh pergeseran lempeng tektonik. Lempeng
tektonik bumi kita ini terus bergerak, ada yang saling mendekat di bagi menjadi:
(1) Penunjaman antara kedua lempeng samurdra
(2) Penunjaman antara lempeng samudra dan lempeng benua
(3) Tumbukan antara kedua lempeng benua
saling menjauh, atau saling menggelangsar. Karena tepian lempeng yang tidak rata, jika bergesekan maka, timbullah friksi. Friksi inilah yang kemudian melepaskan energi goncangan.
2. Gempa Vulkanik
Adalah gempa yang disebabkan oleh kegiatan gunung api. Magma yang berada pada
kantong di bawah gunung tersebut mendapat tekanan dan melepaskan energinya secara tiba-tiba sehingga menimbulkan getaran tanah. Gempa ini disebabkan oleh kegiatan gunung api. Magma yang berada pada kantong di bawah gunung tersebut mendapat tekanan dan melepaskan energinya secara tiba-tiba sehingga menimbulkan getaran tanah.
3. Gempa Runtuhan
Adalah gempa local yang terjadi apabila suatu gua di daerah topografi karst atau di daerah pertambangan runtuh. Sifat gempa bumi runtuhan : Melalui runtuhan dari lubang-lubang interior bumi.
Sebenarnya mekanisme gempa tektonik dan vulkanik sama. Naiknya magma ke permukaan juga dipicu oleh pergeseran lempeng tektonik pada sesar bumi. Biasanya ini terjadi pada batas lempeng tektonik yang bersifat konvergen (saling mendesak). Hanya saja pada gempa vulkanik, efek goncangan lebih ditimbulkan karena desakan magma, sedangkan pada gempa tektonik, efek goncangan langsung ditimbulkan oleh benturan kedua lempeng tektonik. Bila lempeng tektonik yang terlibat adalah lempeng benua dengan lempeng samudra, sesarnya berada di dasar laut, karena itu biasanya benturan yang terjadi berpotensi
menimbulkan tsunami.
B. PENYEBAB TERJADINYA GEMPA BUMI
Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan terjadi.
Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional.Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.
Hiposenter dan Episenter (Focus and Epicenter)
Titik dalam perut bumi yang merupakan sumber gempa dinamakan hiposenter atau fokus. Proyeksi tegak lurus hiposenter ini ke permukaan bumi dinamakan
episenter . Gelombang gempa merambat dari hiposenter ke patahan sesar
fault rupture. Bila kedalaman fokus dari permukaan adalah 0 - 70 km, terjadilah gempa dangkal(shallow earthquake), sedangkan bila kedalamannya antara 70 - 700 km, terjadilah gempa dalam(deep earthquake). Gempa dangkal menimbulkan efek goncangan yang lebih dahsyat dibanding gempa dalam. Ini karena letak fokus lebih dekat ke permukaan, dimana batu-batuan bersifat lebih keras sehingga melepaskan lebih besarr tegangan (strain).
Sesar Bumi (Earth Fault)
Sesar(fault) adalah celah pada kerak bumi yang berada di perbatasan antara dua
lempeng tektonik. Gempa sangat dipengaruhi oleh pergerakan batuan dan lempeng pada sesar ini
Bila batuan yang menumpu merosot ke bawah akibat batuan penumpu di kedua sisinya bergerak saling menjauh, sesarnya dinamakan sesar normal (normal fault) .
Bila batuan yang menumpu terangkat ke atas akibat batuan penumpu di kedua sisinya bergerak saling mendorong, sesarnya dinamakan sesar terbalik (reverse fault).
Bila kedua batuan pada sesar bergerak saling menggelangsar, sesarnya dinamakan sesar geseran-jurus (strike-slip fault).
3. Gelombang gempa bumi, dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
a) Gelombang longitudinal atau gelombang primer adalah gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum melalui lapisan litosfer secara menyebar dengan kecepatan antara 7-14 km per detik, mempunyai periode antara 5-7 detik. Gelombang ini adalah gelombang yang pertama kali dicatat oleh seismograf.
b) Gelombang transversal atau gelombang sekunder adalah gelombang gempa yang bersama-sama dengan gelombang primer dirambatkan dari hiposentrum ke segala arah dalam lapisan litosfer dengan kecepatan antara 4-7 km per detik dan mempunyai periode 11-13 detik. Karena kecepatan gelombang transversal lebih kecil daripada gelombang longitudinal, maka gelombang transversal dicatat di seismograf setelah gelombang primer.
c) Gelombang panjang atau gelombang permukaan adalah gelombang gempa yang dirambatkan mulai dari episentrum menyebar ke segala arah di permukaan dengan kecepatan rambat antara 3,5 – 3,9 km per detik dan mempunyai periode yang besar. Gelombang gempa panjang inilah yang mengiringi gelombang primer dan gelombang sekunder dan merupakan gelombang perusak bumi.
C. MENGUKUR GEMPA
Mengukur kekuatan gempa dapat menggunakan pendekatan kuantitat dan kualitat .
Maka berdasarkan pendekatannya, skala pengukuran gempa dapat dibagi menjadi dua, yaitu magnitudo (magnitude) yang merupakan skala kuantitatif dan intensitas (intensity) yang merupakan skala kualitatif.
1. Magnitudo
Ada bermacam-macam jenis magnitudo gempa, diantaranya adalah:
1.Magnitudo lokal ML (local magnitude)
2.Magnitudo gelombang badan MB (body-wave magnitude)
3.Magnitudo gelombang permukaan MS (surface-wave magnitude)
4.Magnitudo momen MW (moment magnitude)
5.Magnitudo gabungan M (unified magnitude)
Namun yang paling populer adalah magnitudo lokal ML yang tak lain adalah Magnitudo Skala Richter.
Skala Richter atau SR, skala ukuran kekuatan gempa yang diusulkan oleh fisikawan Charles Richter. Skala Richter ini hanya cocok dipakai untuk gempa-gempa dekat dengan magnitudo gempa di bawah 6,0. Di atas magnitudo itu, perhitungan dengan teknik Richter ini menjadi tidak representatif lagi.
Skala
Richter Efek Gempa
< 2.0 Gempa kecil , tidak terasa
2.0-2.9 Tidak terasa, namun terekam oleh alat
3.0-3.9 Seringkali terasa, namun jarang menimbulkan kerusakan
4.0-4.9 Dapat diketahui dari bergetarnya perabot dalam ruangan,
suara gaduh bergetar. Kerusakan tidak terlalu signifikan.
5.0-5.9 Dapat menyebabkan kerusakan besar pada bangunan pada area
yang kecil. Umumya kerusakan kecil pada bangunan yang
didesain dengan baik
6.0-6.9 Dapat merusak area hingga jarak sekitar 160 km
7.0-7.9 Dapat menyebabkan kerusakan serius dalam area lebih luas
8.0-8.9 Dapat menyebabkan kerusakan serius hingga dalam area ratusan
mil
9.0-9.9 Menghancurkan area ribuan mil
> 10.0 Belum pernah terekam
2. Intensitas
salah satu contohnya adalah Skala Mercalli
Skala Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi yang diciptakan oleh vulkanologis dari Italia bernama Giuseppe Mercalli pada 1902. Skala Mercalli dibagi menjadi 12 bagian berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat dan membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut. Oleh itu, skala Mercalli sangat subjektif dan kurang tepat dibanding dengan perhitungan magnitudo gempa yang lain. Saat ini penggunaan skala Richter lebih luas digunakan untuk untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi, pada tahun 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan terutama apabila tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian.
Skala Modifikasi Mercalli
1. Tidak terasa
2. Terasa oleh orang yang berada di bangunan tinggi
3. Getaran dirasakan seperti ada kereta yang berat melintas.
4. Getaran dirasakan seperti ada benda berat yang menabrak dinding
rumah, benda tergantung bergoyang.
5. Dapat dirasakan di luar rumah, hiasan dinding bergerak,
benda kecil di atas rak mampu jatuh.
6. Terasa oleh hampir semua orang, dinding rumah rusak.
7. Dinding pagar yang tidak kuat pecah, orang tidak dapat berjalan/berdiri.
8. Bangunan yang tidak kuat akan mengalami kerusakan.
9. Bangunan yang tidak kuat akan mengalami kerusakan tekuk.
10. Jambatan dan tangga rusak, terjadi tanah longsor.
11. Rel kereta api rusak.
12. Seluruh bangunan hancur dan hancur lebur
D.DAMPAK BENCANA GEMPA BUMI
1.Tsunami
Tsunami adlah suatu pergerakan naik atau turunnya secara tiba-tiba pada dasar samudera pada saat terjadi gempa bumi bawah laut, akan menimbulkan gelombang laut pasang yang sangat besar yang lazim disebut tidal waves.
Mekanisme terjadinya tsunami
1. Diawali dengan terjadinya gempa yang di awali dengan pengangkatan.
2. Gelombang bergerak keluar ke segala arah dari daerah yang terangkat.
Panjang gelombang berkurang tapi tingginya meningkat saat mencapai bagian ynag dangkal, kemudian melaju kea rah darat dengan kecepatan +/-100 KM/jam setelah sebelumnya surut dulu untuk beberapa saat
2.Rekahan/patahan di permukaan bumi (ground rupture)
Umumnya gempa bumi sering kali berdampak pada rekahan dan patahnya permukaan bumi yang secara regional dikenal sebagai deformasi kerak bumi. Deformasi kerak bumi dapat mengakibatkan peermukaan dataran rekah dan terpatahkan hingga mencapai areal yang sangat luas.
3.Getaran/guncangan permukaan tanah (ground shocking)
Bencana gempa yang secara langsung dan berdampak sangat serius adalah runtuhnya bangunan yang disebabkan oleh getaran gempa yang merambat pada media batuan. Pada umumnya bangunan yang berada pada batuan yang padat dampaknya tidak terlalu parah jika dibandingkan dengan bangunan yang berada pada batuan sedimen jenuh.
4.longsoran tanah
Berbagai tipe dan jenis luncuran dan longsoran tanah umumnya dapat terjadi bersamaan dengan terjadinya gempa. Hampir semua longsoran tanah dapat terjadi pada radius 40 KM dari pusat gempa (epicenter)dan untuk gempa yang besar dapat mencapai 160 KM.
5.Perubahan air bawah tanah
Regim bawah tanah dapat berubah oleh perpindahan yang disebabkan oleh sesar atau goncangan contohnya adalah kasus perubahan air bawah tanah adalah gempa yang terjadi sepanjang suatu patahan yang menyebabkan perubahan offset batuan di kedua sisi permukaan tanah dan aliran air bawah tanah
6.Perubahan pengaliran
Terbentuknya danau yang cukup luas akibat amblesan/subsident permukaan daratan seperti dataran banjir (flood plain), rawa, delta yang diakibatkan oleh gempa merupakan permasalahan yang sangat serius. Perubahan pengaliran akibat penurunan permukaan daratan akkibat memungkinkan terbentuknya danau buatan dan reservoir baru serta rusaknya bendungan.
7.kerusakan infrastruktur
Kerusakan akibat gempa bumi bukan hanya berdampak pada bentang alam namun juga berdampak bagi infrastruktur daerah sekitar episenter, baik itu kerusakan bangunan atau peralatan listrik dalam rumah maupun rusaknya pipa gas dan pipa air.
Istilah-istilah pada terjadinya gempa
Seismologi = ilmu yang mempelajari gempa bumi
Seismograf = alat pencatat getaran gempa
Hyposentrum = pusat terjadinya gempa yang letaknya di bawah permukaan bumi
Episentrum = pusat gempa bumi yang letaknya di permukaan bumi
Homoseista = garis yang menghubungkan teempat-tempat yang mengalami getaran gempa pada waktu yang sama
Macroseista = wilayah yang mengalai kerusakan yang terparah
Setiap peta topografi menunjukkan kenampakan perbedaan relief maupun geomorfologi dari daerah yang di gambarkan, relief dari peta topografi tergambarkan dari garis kontur yang terdapat di dalam peta, melalui garis kontur maka dapat diketahui beda tinggi dari daerah yang tergambarkan, melalui pengetahuan terebut maka dapat bermanfaat dalam berbagai bidang, misalnya bidang sipil, geologi lingkungan, pengembangan wilayah kota dan masih banyak lagi.
Manfaat pengetahuan terhadap presentase bidang lereng dapat digunakan untuk mengetahui pembatas pembangunan dalam pengembangan suatu daerah, persentase bidang lereng dapat di hitung dengan menggunakan terapan rumus phytagoras dengan bantuan dari adanya garis kontur.
Caranya akan saya jelaskan sebagai berikut
1.Tandai daerah yang akan di petakan dengan spidol yang terang untuk memperjelas daerahnya.
2.Bagilah daerah tadi dengan membagi daerahnya menjadi 1x1 cm, untuk mempermudah maupun memperjelas daerah tersebut.
3.Kemudian dalam kotak 1x1 cm yang tadi, hitunglah beda tinggi yang ada dalam kotak dengan mengurang nilai garis kontur yang memiliki nilai paling tinggi dengan yang paling rendah, atau dengan mengalikan jumlah garis kontur dalam kotak tersebut dengan interval kontur. Maka nilai tersebut merupakan beda tinggi daerah yang tergambar dalam kotak tadi.
4.Kemudian cari beda tinggi maksimal dari kotak 1x1 cm tadi dengan jarak antara kontur yang paling jauh dalam 1 kotak tersebut,misalkan anda mendapatkan nilai 1,41
Setelah nilai diagonalnya sudah ada, maka jadikan skala peta menjadi satuan meter
Mis. Skala peta adalah 1:50.000, maka setelah dijadikan satuan meter hasilnya menjadi 500m, kemudian kalikan dengan nilai diagonal tadi untuk mendapatkan beda tinggi maksimal dari 1 kotak tadi.
Mis. Y adalah skala peta tadi dan Z adalah beda tinggi maks, maka
x×y=z
1.41×500=705
Artinya beda tinggi maksimal dari 1 kotak adalah 705 m.
5.Setelah itu tentukan sudut lereng dengan invers TAN dari beda tinggi dibagi beda tinggi maksimal . rumusnya sebagai berikut
Mis. Didapatkan beda tinggi 100 dan beda tinggi maks. 705, maka
Tan∝= (beda tinggi)/(bedatinggi maks.)
tan∝=100/705=0,141843
∝=tan^(-1)0,141843
∝=8,073205
Maka sudut lereng tersebut adalah 8,073205
6.untuk mengubah sudut lereng menjadi hitungan persentase digunakan rumus
Mis. Sudut lereng 8,073205, maka
8,073205/45×100%=17,94% ,dibagi dengan 45 karena nilai maksimal dari tan 1=45
Maka persentase lerengnya adalah 17,94%, lakukan cara ini pada setiap kotak dan hasilnya dapat digambarkan dengan warna yang berbeda dari tiap persentase lereng yang berbeda. Untuk mempermudah perhitungan juga dapat digunakan Microsoft excel, dengan menginput rumus tersebut.
Garis kontur adalah garis kontinyu diatas peta yang memperlihatkan titik-titik diatas peta dengan ketinggian yang sama.
Sifat-sifat garis kontur
1.Satu garis kontur mewakili satu ketinggian tertentu.
2.Tidak bercabang.
3.Tidak berpotongan.
4.Garis kontur yang rapat menunjukan keadaan permukaan tanah yang terjal.
5.Garis kontur yang jarang menunjukan keadaan permukaan yang landai
6.Interval kontur selalu merupakan kelipatan yang sama
7.Indeks kontur dinyatakan dengan garis tebal.
8.Semakin rapat jarak antara garis kontur, berarti semakin terjal Jika garis kontur bergerigi (seperti sisir) maka kemiringannya hampir atau sama dengan 90°.
9.Garis kontur berharga lebih rendah mengelilingi garis kontur yang lebih tinggi.
10.Garis kontur pada curah yang sempit membentuk huruf V yang menghadap ke bagian yang lebih rendah.
11.Garis kontur pada punggung bukit yang tajam membentuk huruf V yang menghadap ke bagian yang lebih tinggi.
12.Garis kontur pada suatu punggung bukit yang membentuk sudut 90° dengan kemiringan maksimumnya, akan membentuk huruf U menghadap ke bagian yang lebih tinggi.
13.Garis kontur pada bukit atau cekungan membentuk garis-garis kontur yang menutup-melingkar.
14.Garis kontur harus menutup pada dirinya sendiri.
15.Dua garis kontur yang mempunyai ketinggian sama tidak dapat dihubungkan dan dilanjutkan menjadi satu garis kontur.
16.Menjorok ke arah hulu jika melewati sungai.
17.Menjorok ke arah jalan menurun jika melewati permukaan jalan.
18.Tidak tergambar jika melewati bangunan.
19.Penyajian interval garis kontur tergantung pada skala peta yang disajikan, jika datar maka interval garis kontur tergantung pada skala peta yang disajikan, jika datar maka interval garis kontur adalah 1/1000 dikalikan dengan nilai skala peta , jika berbukit maka interval garis kontur adalah 1/500 dikalikan dengan nilai skala peta dan jika bergunung maka interval garis kontur adalah 1/200 dikalikan dengan nilai skala peta.
20.Penyajian indeks garis kontur pada daerah datar adalah setiap selisih 3 garis kontur, pada daerah berbukit setiap selisih 4 garis kontur sedangkan pada daerah bergunung setiap selisih 5 garis kontur.
21.Garis kontur yang di dalam selalu lebih tinggi dari yang di luar.
Cara ini mungkin agak curang untuk diterapkan oleh para blogger, namun semoga dianggap sebagai salah satu pembelajaran dalam hal IPTEKS. Cara ini saya dapatkan ketika mempelajari cara dasar memasang konten atau widget pada blog, akhirnya sayapun mengetahui cara singkat memasang konten, widget atau apa saja yang tengah terpampang pada blog sasaran, karena itulah blog saya agak keren kayak sekarang,,he he he. Mungkin cara ini menerapkan teori COPAS (copy-paste) dan terkesan kurang baik, dan hanya saya sarankan kepada para pemula yang masih cetek dalam hal pengetahuan blog dan sebenarnya sayapun begitu….he he he
Teorinya bahwa kita mencuri konten pada blog dengan cara mencuri HTML pada tiap blog, prinsipnya bahwa tiap konten atau widget yang terpasang pada blog memiliki HTML tersendiri, oleh karena itu secara jelas hal itu dapat diakses secara gratis. Praktisnya kita mencuri HTML blog lain dan memasangnya pada blog kita sendiri.
Baiklah caranya mudah saja cukup dengan modal Browser entah itu google chrome, IE atau Modzilla firefox, namun saya sendiri menggunakan Firefox.
Caranya begini misalkan anda ingin memasang suatu widget pada blog anda namun tidak tahu caranya, ikutilah cara di bawah ini :
Blok konten yang anda inginkan, namun perhatikan baik-baik batas konten tersebut, setelah di blok klik kanan kemudian pilih view selection source( saya menggunakan Firefox), maka akan terlihat HTML konten tersebut, kemudian copy.
Selannjutnya buka blog anda pilih rancangan-elemen halaman dan klik “tambah gadget”, kemudian pilih HTML/JavaScript, paste pada halaman yang disediakan dan jreeeeng….secara curang anda telah mencuri konten dari blog orang lain
Note:
Ingat kata emasnya, jika anda tidak ingin diperlakukan buruk oleh seseorang, maka jangan perlakukan buruk orang lain, saya tidak menyarankan untuk selalu mencuri dari blog lain tapi belajarlah, namun kalau sudah terlalu sulit gunakan saja cara ini…………….weitsss lupa, juga jangan mencuri konten yang bersifat pribadi dan konten apapun dalam blog ini.....>
Image by WANDY mau sharing
Tiap kali berpikir bahwa takdir itu ada, selalu saja ada pertanyaan "apakah orientasi untuk hidup hanyalah untuk bahagia", berbeda halnya dengan opini beberapa orang mengenai tujuan hidupnya adalah untuk bahagia, seandainya anda meninggal sebelum tujuan itu tercapai. Begitupun dengan saya pribadi, pertimbangan orientasi hidup adalah bahagia,artinya bahagia bukan hanya sebagai tujuan namun terdapat dalam setiap detik kontrak saya dengan Tuhan. Apakah ini refleksi dari tindakan saya ataukah sebuah takdir dari sistem Tuhan, seandainya begitu berarti ending dari hidup saya telah diketahui oleh Tuhan dan saya tidak dapat berbuat apa-apa. Apakah sebuah takdir saya lahir dari rahim ibu saya, desa tempat tinggal saya, saudara saya, beserta tingkah laku dan penyesalan saya hidup di dunia. Apakah ini takdir, cukup adil bagi beberapa orang, namun bagi yang kurang beruntung takdir bahkan membuat mereka menyesali hidup, mereka bahkan terlalu bodoh untuk meminta mati..
Penasaran.....nih baca lanjutannya..